Daripada Gabung Madrid, Lautaro Mending Gabung Barcelona

Ketua Akademi pemain muda Racing Club (Mantan Klub Lautaro Martinez), menyarankan bintang muda Argentina tersebut untuk lebih memilih bergabung dengan Barcelona, andai memang Real Madrid juga mengajukan tawaran.

Lautaro Martinez, 22 tahun, memang merupakan salah satu bintang baru Serie A Italia musim ini. Yang bersangkutan telah mencetak 16 gol dari total 31 penampilan bagi skuat Nerrazurri di semua kompetisi Berkat penampilan impresifnya itu, Lautaro diminati sejumlah klub raksasa Eropa.

Sejumah klub belakangan ini mulai intensif dikaitkan dengan striker muda Argentina tersebut, terutama dua raksasa LA Liga Spanyol, Real Madrid dan Barcelona.

Di satu sisi, yang bersangkutan masih terikat kontrak dengan Inter Milan sampai tahun 2023 mendatang. Bomber muda Argentina itu juga memiliki klausul rilis sebesar 111 juta euro. Angka tersebut tentu saja masih berada dalam jangkauan tim sekelas Real Madrid dan Barcelona.

Nah, jika memang harus memilih, Adrian menyarankan agar Lautaro Martinez bergabung dengan Barcelona.

“Dia akan menangani dirinya dengan sangat baik dalam entitas apa pun, tapi saya pikir di Barcelona dia akan lebih menentukan karena lini tengah yang mereka miliki dan karena dia akan bermain dengan Messi,”

“Barca adalah tim dengan penguasaan bola dan saya pikir dia akan lebih nyaman di sana. Tetapi, dia sangat bagus sehingga tidak masalah di mana dia akan bermain.” kata Adrian Ruben Fernandez kepada AS.

Adapun, Barcelona memang sedang mengincar seorang striker anyar untuk menggantikan sosok Luis Suarez. Pasalnya, pemain Uruguay sendiri sudah semakin menua dan rentan terhadap cedera belakangan ini.

Menurut Adrian, Lautaro adalah suksesor yang tepat untuk Suarez.

“Luis telah menunjukkan betapa hebatnya dia sebagai pemain dan dia masih bisa bermain sepakbola, tapi saya pikir itu akan ideal. Lautaro mampu menghadapi tantangan apa pun, seperti yang ia lakukan di Inter.” Tandasnya.

Sayangnya, belum diketahui apakah bursa transfer tahun ini akan berjalan sebagaimana biasa, pasalnya pandemi Corona tak hanya menangguhkan kompetisi sepakbola, tapi juga membuat banyak klub mengalami krisis finansial.