Radja Nainggolan Juga Dukung Juve di Final Liga Champions

Radja Nainggolan, gelandang keturunan Indonesia asal Belgia ini turut menyuarakan dukungannya kepada klub rival, Juventus, yang tengah bersiap untuk memainkan partai final Liga Champions Eropa. Seperti diketahui, Bianconneri memang akan berhadapan dengan Real Madrid pada partai final yang rencananya digelar di Cardiff stadium, Wales, Minggu dinihari WIB mendatang, 4 Juni 2017.

Radja Nainggolan Juga Dukung Juve di Final Liga Champions

Ini adalah final kedua dalam tiga tahun terakhir yang dimainkan Juventus, dua tahun lalu, mereka dikalahkan oleh Barcelona pada partai final dengan skor akhir 3-1. Adapun pada gelaran tahun ini, Bianconneri telah bertemu dengan Raksasa Catalan di dua leg babak perempat final dan berhasil membalaskan dendam lewat kemenangan telak 3-0 pada total agregat. Di Final nanti, Juve kembali berhadapan dengan wakil La Liga, Real Madrid.

Sedangkan Nainggolan sendiri baru saja membantu AS Roma finish sebagai peringkat kedua di klasemen akhir Serie A Italia, dibawah Juventus. Kendati berstatus sebagai pemain rival Juve, eks Cagliari ini tak segan bahwa dukungan sepenuhnya dia berikan kepada Bianconneri.

Padahal, Nainggolan sebelumnya sempat berharap Cristiano Ronaldo akan tersenyum di akhir laga lewat akun instagram pribadinya, namun itu hanya candaan, dukungan tetap diberikan pemain berdarah Indonesia ini kepada Juventus, karena dia sadar, jika Juve juara, maka itu akan bagus bagi Citra sepakbola Italia.

“Itu [soal Ronaldo] hanya lelucon saja di Instagram, saya juga mendukung Juve. Jika tim asal Italia menang [juara Liga Champions], itu akan bagus untuk sepakbola Italia,”

“Jika Juve berhasil juara, itu karena mereka memang mampu. Mereka punya pertahanan yang kuat dan saya akan senang. Apalagi di sana ada Miralem Pjanic [eks rekan setim Nainggolan di Roma],” ungkap Nainggolan, seperti dikutip Tiki Taka.

Memang, tidak ada lagi tim Serie A italia yang berhasil memenangkan titel Liga Champions Eropa sejak terakhir kali di tahun 2010 silam, saat inter mengalahkan Bayern Munchen di partai puncak, dan menyegel treble winner pertama dalam sejarah. Sedangkan Juve sendiri saat ini juga berada di ambang treble winner pertamanya.