Resmi Dipecat, Ranieri Sebut Mimpinya Telah Pupus

Bukan menjuarai Liga Champions, atau kembali menjadi kampiun Premier League bersama The Foxes, tapi terus bertahan dengan Leicester City adalah impian utama manajer asal Italia tersebut, namun sekarang impian itu telah pupus seiring dirinya yang dipecat dari jabatan manajer.

Resmi Dipecat, Ranieri Sebut Mimpinya Telah Pupus

Manajer asal Italia, Claudio Ranieri merasa tidak lagi memiliki impian setelah dirinya resmi dipecat Leicester City, dimana pemecatan tersebut hanya berselang sembilan bulan setelah membawa Klub ‘antah berantah’ itu menjadi populer dengan trofi Premier League yang diraih musim lalu.

Sebagaimana diketahui, Ranieri resmi dipecat tak lama setelah kekalahan 2-1 dari Sevilla di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, dengan klub ebrada satu poin di atas zona degradasi Liga Primer musim ini. Banyak yang menuturkan simpatinya kepada Ranieri terkait hal ini, dan kebanyakan mereka juga mengecam keputusan Leicester.

Diantara mereka menyebut bahwa Ranieri mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya dia dapatkan, setelah berhasil membawa Leicester City menjadi terkenal seantero dunia, dirinya kemudian dilupakan. Banyak yang mengecam tindakan The Foxes, bahkan salah seorang legenda Klub, Gary Lineker, sampai menangisi keputusan mantan klubnya.

Ranieri sendiri memiliki mimpi setelah membawa Leicester juara Premier League, dia ingin bertahan di Klub tersebut untuk waktu yang lama, sayang sekali, mimpi tersebut telah pupus.

“Sekarang, mimpi saya sudah benar-benar pupus. Setelah euforia musim kemarin dan menjadi juara Liga Primer maka impian saya adalah untuk terus bisa bertahan bersama dengan klub ini, klub yang saya cintai, selalu, sayang sekali karena hal tersebut tidak bisa terwujud.” ungkap Ranieri lewat sebuah pernyataan resmi.