Zidane Memang Tidak Tertarik Tangani Gareth Bale

Jonathan Barnett selaku Agen Transfer Gareth Bale tampaknya kesal dengan perlakuan Zinedine Zidane atas kliennya. Menurut sang Agen, pelatih asal Prancis itu memang tak punya ketertarikan untuk melatih Bale sejak awal.

Sejak akhir Juni lalu sampai La Liga Spanyol berakhir, Bale sama sekali tidak mendapat kesempatan bermain. Jangankan sebagai starter, dia bahkan tak masuk dalam skuat Los Blancos di laga terakhir melawan Leganes.

Sebelum itu, Bale hanya menghangatkan bangku cadangan, dia bahkan beberapa kali jadi sorotan karena tingkah lakunya di pinggir lapangan. Contohnya saat Real Madrid melawan Alaves, di mana Bale ketahuan sedang tidur, bahkan menutup wajahnya dengan masker.

Secara keseluruhan musim ini, Bale hanya mengoleksi 20 caps saja di semua ajang. Minimnya kesempatan tampil ini membuat Bale kembali diisukan akan meninggalkan Santiago Bernabeu pada musim panas mendatang.

Menariknya, Jonathan Barnett justru mengklaim bahwa kliennya tidak memiliki niatan untuk meninggalkan Real Madrid. Meskipun dia tidak menampik fakta bahwa Bale diperlakukan tak adil oleh pelatih Zinedine Zidane.

“Zidane tidak ingin melatih Bale, tetapi dia memiliki sisa kontrak selama dua tahun, sangat senang hidup di Madrid dan tidak akan ke mana-mana,”

“Tidak ada kebencian dari Bale dan dia tidak berusaha untuk bertahan hidup di bawah Zidane, dia berlatih dengan baik setiak hari, tetapi Zidane, yang sedang sukses, tidak ingin menggunakan dia,” ucap Barnett kepada BBC.

Bale sebenarnya sering kali diisukan bakal hengkang dari Real Madrid, musim ini bukan kali pertama isu itu terdengar. Los Blancos di satu sisi sudah tak tahan ingin melepas sang pemain, tapi mereka kesulitan mencari klub yang bersedia membayar gaji mahal eks Tottenham itu.

“Zidane tidak bersyukur, Bale adalah sebuah kehilangan besar bagi tim namun dia tidak akan pergi. Realitanya adalah situasi yang sekarang di bursa transfer membuat seorang pemain akan kesulitan untuk pergi,” pungkasnya.

Memang, pandemi Virus Corona membuat kompetisi sempat tertunda bahkan ada yang terhenti di tengah jalan. Tak heran jika situasi ini memberikan dampak besar bagi kondisi finansial klub-klub Eropa.